Ketua PIJAR Blitar Soroti Mangkirnya Bupati dalam Fun Gathering Media 2025: Pertanyakan Komitmen terhadap Kemitraan Pers
2 min read
Blitar, — Kegiatan Fun Gathering Media 2025 yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Blitar pada Rabu,3 Desember 2025 menyisakan catatan kritis dari Ketua Persatuan Insan Jurnalis Blitar Nusantara (PIJAR) Blitar, Sutrisno. Dalam momentum yang seharusnya menjadi ruang penguatan sinergi pemerintah daerah dengan insan pers, absennya Bupati Blitar menjadi sorotan utama.
Sutrisno menilai ketidakhadiran Bupati dalam agenda resmi bersama media menimbulkan tanda tanya besar terkait komitmen pemerintah daerah dalam membangun hubungan yang sehat, terbuka, dan setara dengan insan pers. Menurutnya, acara bertema penguatan kolaborasi strategis tersebut semestinya dihadiri langsung oleh kepala daerah sebagai bentuk penghargaan kepada mitra strategis pemerintah dalam penyampaian informasi publik.
“Kami sangat menyayangkan ketidakhadiran Bupati. Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat kemitraan dengan media. Ketidakhadiran beliau tentu memunculkan kesan kurangnya keseriusan pemerintah terhadap komunikasi publik,” tegas Sutrisno.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini seharusnya menjadi forum evaluasi sekaligus penyampaian arah kebijakan komunikasi pemerintah daerah. Kehadiran pimpinan tertinggi daerah, menurut Sutrisno, menjadi bentuk akuntabilitas sekaligus penghormatan bagi jurnalis yang selama ini turut menjaga transparansi dan objektivitas informasi.
Meski kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sorotan dari sejumlah peserta, teekait uang trasport 100.000 dengan jarak tempuh cukup jauh dan sorotan terhadap absennya Bupati dianggap menjadi catatan penting bagi Diskominfotik agar lebih memastikan kehadiran pejabat kunci di setiap agenda komunikasi publik.
Sutrisno menegaskan bahwa PIJAR Blitar akan terus mendorong terciptanya ruang komunikasi yang lebih inklusif dan konsisten antara pemerintah dengan media. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang demi menjaga kualitas hubungan serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
“Media bukan musuh, media adalah mitra. Dan komitmen itu harus ditunjukkan secara nyata, bukan hanya melalui program, tetapi melalui kehadiran dan catatan bahwa dengan dana transport 100.000 tidak sesuai jarak yg ditempuh oleh awak media,” pungkasnya.(tri)
