HUT ke-7 MAPI, Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Barat Terima Apresiasi atas Konsistensi Pelayanan Berbasis HATI (Humanis, Akuntabel, Transparan dan Integritas)
3 min read
Jakarta Barat, MHI — Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-7 Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI), Dewan Pembina MAPI Letkol. CPM. (P). E. Agustian, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Dr. Shinta Purwitasari, S.H., S.T., M.H., QRMP, atas dukungan, peran aktif, serta komitmen berkelanjutan dalam mendukung gerakan pemberantasan pungutan liar (pungli).

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas konsistensi Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat dalam menerapkan prinsip pelayanan HATI (Humanis, Akuntabel, Transparan, dan Integritas) dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Menurut E. Agustian, komitmen tersebut mencerminkan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan yang bersih, profesional, dan berkeadilan. “Komitmen Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat dalam mendukung gerakan anti pungli patut diapresiasi. Ini bukan sekadar kebijakan normatif, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata dalam membangun budaya kerja yang berintegritas,” ujar E. Agustian.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan gerakan anti pungli tidak dapat dicapai oleh masyarakat sipil semata, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan instansi pemerintah, khususnya lembaga yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Dalam konteks tersebut, Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat dinilai telah memainkan peran strategis dalam mendukung agenda reformasi birokrasi. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang tercermin melalui penguatan sistem pengawasan internal, peningkatan kualitas layanan, keterbukaan informasi publik, serta penegakan disiplin aparatur secara konsisten.
Menanggapi apresiasi tersebut, Dr. Shinta Purwitasari menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan MAPI, sekaligus menegaskan komitmen seluruh jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersih dan bebas dari praktik pungli. Ia mengakui bahwa menjaga integritas dalam pelayanan pertanahan bukanlah perkara mudah. “Selama saya menjabat, kami kerap menghadapi berbagai tantangan, hambatan, bahkan tekanan dan ancaman dari pihak eksternal yang tidak sejalan dengan semangat reformasi birokrasi. Namun hal tersebut tidak membuat kami mundur. Justru menjadi penguat tekad untuk tetap berdiri pada prinsip hukum, integritas, dan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Dr. Shinta, komitmen menuju WBBM bukan semata target administratif, melainkan tanggung jawab moral dan profesional aparatur negara. “Integritas memang tidak selalu nyaman, tetapi di situlah nilai kepemimpinan diuji. Kami memilih untuk tetap konsisten, transparan, dan berpihak pada pelayanan publik yang adil, profesional, serta bebas dari pungli,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat turut didampingi oleh jajaran pejabat struktural dan teknis, yaitu Wahyu Andika, S.T. selaku Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, Hastara Adi Makayasa, S.Kom. selaku Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Bugi Riyantoro, S.H., M.H. selaku Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, serta Bambang selaku Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP). Kehadiran jajaran tersebut memperkuat komitmen institusi dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, berintegritas, dan bebas pungli. Sementara dari unsur MAPI, hadir H. Sulaeman Mahdi selaku Wakil Koordinator Wilayah DKI Jakarta dan Very Sukma selaku Wakil Sekretaris Jenderal MAPI, yang turut menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat sipil dan instansi pemerintah dalam memerangi praktik pungutan liar.
Peringatan Hari Jadi ke-7 MAPI ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kolaborasi antara MAPI dan instansi pemerintah dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani. MAPI berharap apresiasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi instansi lainnya untuk terus memperkuat komitmen anti pungli serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah yang berintegritas dan berkelanjutan.
